Selasa, 21 April 2015

Puisi Berdarah

Requiem

Akan kunyanyikan

Sebait lagu dari detak jantungku

Tercermin pada setetes darah 

Bersumber dari nadi yang terkoyak

     Pedang tumpul yang kugenggam 

     Kelopak mawar merah yang tercecer

     Sewarna dengan darah di tanganmu

     Maka...

Kurangkai puisi dan simfoni

Kepada angin yang membelai lembut

Hingga ke ujung langit

Kugantungkan nyawaku

    Pada darah dan jantung ini 

    Sebab kita tahu

    Bahwa dunia ini

    Sangatlah kejam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar